Jumaat, 6 Julai 2012

erti hidup pada memberi


#silence-is-betrayal

Jangan tertanya-tanya jika hari ini kita bersama rakan-rakan kita hadir ke majlis yang sama, mendapat sentuhan tarbiyyah dari murabbi yang sama, makan berdulangan yang sama, bersolat jemaah di surau yang sama, tidur bertilamkan tilam yang hampir sama, bergerak seiring sejalan berpegang tangan tapi di sana kita di sisihkan.

Usah terkejut, termengah.

Orang-orang munafik memanggil orang-orang mukmin, “Bukankah kami dahulu bersama-sama kamu?” Mereka menjawab, “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri, dan kamu hanya menunggu, meragukan janji Allah dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah dan penipu setan datang memperdaya kamu tentang Allah”
(Al Hadid :14)

Tidak mustahil, kita pula yang bertanya pada rakan-rakan

“Bukankah aku dahulu bersama-sama kalian dalam bulatan gembira yang sama?”

“Bukankah aku dahulu bersama-sama kalian menghadiri daurah yang sama?”

“Bukankah aku dahulu solat subuh bersama kalian di masjid yang sama?”

“Bukankah aku dahulu bermain, bertempuk tampar dengan kalian di taman permainan yang sama?”

Bukankah aku dahulu makan bersama kalian, tidur bersama kalian, belajar bersama kalian, mendaki bukit, menyusuri sungai, memanjat gunung, bersama kalian? Bukan dahulu kita sentiasa bersama?

Maka mengapa hari ini aku ditinggalkan?
Mengapa?


Adakah kita tergolong dalam kategori akhawat manja? T_T

Allahh. time-time cuti begini, ayat power yg diterima dari seorang akhawat......

"dakwah ini takkan berjaya jika kita cuma memberikan masa lapang kita kepadanya" (muntalaq)
tapi kalau di masa lapang pun sang daie masih tidak memberikan masanya.. 
malah membuang masa.. lalu apa mungkin kan terjadi???


guide us o Allah (>_<)
cukuplah Allah yang Maha Tahu, dan cukuplah Dia sebagai saksi.
Allahhu Musta'an.

Allah, sabarkan, kuatkan, dan temukan kami dengan hikmah dalam pencarian.
ameen.

p/s: kamu masih ingat tak, analogi batu bata? =)




"berbahagialah bila engkau telah melangkah. sebab engkau telah menang, menang selangkah ketika sebagian orang masih bimbang, tapi dirimu sudah berani meng-eksekusi diri. barakallah. keep your spirit."  

-deadline your life, solikhin abu izzuddin; hlmn. 22


Tiada ulasan:

Catat Ulasan